Ditulis oleh syukron di/pada Februari 15, 2007
Eksistensi partai politik salah satunya ditentukan oleh kemampuannya merekrut anggota dan kader-kader potensial, mengembangkan kemampuan dan kapasitas kader-kader partai, dan untuk selanjutnya mempromosikan mereka dalam berbagai struktur politik maupun fungsi-fungsi yang melekat dalam system politik secara tepat, terarah dan berkelanjutan.
Kaderisasi partai merupakan salah satu media rekruitmen, pemantapan komitmen politik, pengambangan kapasitas personal, dan penguatan kelembagaan partai yang berorientasi jangka panjang. Partai tanpa kaderisasi ibarat rumah tanpa penghuni, yang cepat atau lambat bakal digerus oleh perubahan situasi dan kondisi di sekitarnya. Kaderisasi partai, oleh karenanya, harus dipandang secara optimis sebagai upaya untuk merubah potensi-potensi partai menjadi kekuatan riil yang kelak akan memperkokoh eksistensi partai di tengah-tengah masyarakat.
Sistem kaderisasi PKB pada dasaranya merupakan suatu proses belajar-mengajar yang terencana, sistematis dan terarah yang diorientasikan pada pembentukan kader-kader politisi dengan kosentrasi kemampuan yang spesifik sesuai dengan arena kerja politiknya. Sistem kaderisasi PKB dirancang sedemikian rupa sehingga kader-kader yang dihasilkannya kelak dapat mengkokohkan eksistensi politik partai dan sekaligus merealisasikan cita-cita perjuangan partai bagi terwujudnya
Indonesia yang lebih demokratis, adil dan makmur.
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
Ditulis oleh syukron di/pada Februari 15, 2007
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
Ditulis oleh syukron di/pada Februari 14, 2007
Usai sudah bulan Ramadlon. Usai sudah Idul Fitri. Kaum Muslimin dan muslimat merasa lega telah dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik, lalu memperoleh kemenangan. Artinya kaum muslim berhasil mengalahkan tantangan-tantangan ibadah puasa.
Sebab perintah puasa dan tujuan akhir yang diinginkannya, memiliki tarikan yang sama. Puasa ( yang dalam Al-Qur’an 2 : 183 disebut dengan kata al-Syiam ) dan tujuan akhir (yang disebut dengan kata tattaquun) mengandung makna dasar yang sama. Yakni menahan dan menjaga diri dari praktek yang secara teologis dan sosiologis berkategori mungkar, seperti yang disimbolkan dengan haramnya konsumsi (makanan dan minumam) dan seks saat siang.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Agama, Moral, Sosial | Leave a Comment »
Ditulis oleh syukron di/pada Februari 14, 2007
Pada tahun 2004 seluruh dunia menjadi saksi salah satu proses transisi menuju demokrasi yang paling berhasil. Di Indonesia, negeri dengan penduduk beragama Islam terbesar, pemilihan anggota parlemen dan presiden yang bebas dan secara umum berlangsung adil telah berskhir dengan peralihan kekuasaan secara damai. Ditengah pandangan skeptis sebagian kalangan, Islam dan demokrasi tampaknya bisa berjalan bergandengan tangan.
Namun demikian, adanya pemilu belaka tidak dapat dijadikan bukti bahwa nilai-nilai demokrasi telah berakar didalam masyarakatnya. Suatu demokrasi prosedural saja tidaklah cukup. Ia tidak akan mampu memuaskan aspirasi warganya. Memperdalam demokrasi merupakan kebaikan moral. Akan tetapi perbaikan seperti apakah yang dapat meningkatkan kualitas demokrasi ?
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
Ditulis oleh syukron di/pada Februari 14, 2007
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
Ditulis dalam Uncategorized | 1 Komentar »